BAPERAN
Semenjak ada kata “baper", banyak orang jadi lupa bagaimana cara menghargai perasaan orang lain. Setelah melukai hati, bukannya meminta maaf, ia justru malah bilang: “Ah, kamu mah baperan orangnya.” Hahaha
Tentunya kita sering menjumpai orang-orang yang sering membuat kita marah, baik itu di rumah, di tempat kerja dan di tempat lainnya. Kalau kita berfikir teman yang suka menjahili kita adalah orang jahat, berarti kita keliru. Sebenarnya merekalah yang tulus bergaul atau berteman dengan kita. Cara-cara konyol yang mereka lakukan bisa saja dilakukan sekedar untuk berinteraksi dengan kita, ya seperti mencari perhatian gitu. Contohnya saat saya sedang take video, teman saya ini nyelonong bergaya didepan saya. Lantas apa saya marah? Marah sih enggak tapi kesal iya๐
Jika kita terus-menerus merasa kesal sama artinya kita menyakiti diri sendiri dan ketika kita tidak suka dengan keusilan teman kita, kita bisa sampaikan padanya agar ia tau bahwa kita tidak menyukai keusilannya tersebut, tentunya dengan cara yg ahsan ya๐
Menyimpan dendam dan amarah akan membuat hati terasa sakit. Untuk tingkat yang lebih parah, bisa depresi dan terkena gangguan mental loh. Jadi, bukankah memaafkan lebih baik? ๐
Kesabaran adalah kunci menghadapi teman yang jahil. Karena sabar ibarat setitik air yang terus menempa batu cadas. Suatu saat batu tersebut akan terkikis kok. Tapi ingat, membully bukan tindakan yang dibenarkan ya. Jadi berusahalah untuk tidak membully teman kamu☝
Sebait catatan nasihat (Alm) Ustadz Rahmat Abdullah yaitu setiap kita akan senantiasa diuji oleh Allah pada titik-titik kelemahan kita.
Pertama, orang yang lemah dalam urusan uang namun kuat terhadap fitnah jabatan dan wanita, tidak akan pernah diuji dengan wanita atau jabatan.
Kedua, orang yang lemah dalam urusan wanita namun kuat dalam urusan uang, tidak akan pernah diuji dengan masalah keuangan.
Dan ketiga, orang yang mudah tersinggung dan gampang marah akan senantiasa dipertemukan oleh Allah dengan orang yang akan membuatnya tersinggung dan marah sampai ia bisa memperbaiki titik kelemahannya itu sehingga menjadi tidak mudah tersinggung dan tidak pemarah.
Oleh sebab itu, jika kita merasa cepat marah maka selayaknya kita menyadari bahwa kewibawaan seseorang tidak diraih dengan watak cepat marah.
Rasulullah bersabda: “orang yang kuat bukan diukur dengan bertarung. Orang kuat adalah yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.” (HR. Bukhori dan Muslim).
Semoga kita menjadi hamba Allah yang senantiasa dapat mengendalikan diri kita ketika sedang marah. Tentunya ada beberapa cara menghilangkan amarah seperti berwudhu dan berbaring. (HR. Ahmad bin Hanbal)
Wallahu’alam bisshowaab
#30harisailbercerita
#sekolahazzakiyahislamicleadership
#sailrangers
#blackranger

Komentar
Posting Komentar