Apresiasi
Saat duduk di bangku sekolah, saya pernah mengikuti ajang PORKAB pada cabang olahraga pencak silat yang diikuti oleh pelajar dari seluruh sekolah di kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Alhamdulillah saya dan kelima rekan saya diberikan kesempatan untuk bisa mewakili sekolah kami untuk dikirimkan pada pertandingan tersebut. Hal ini tentunya menjadi suatu kebanggaan bagi kami bisa ikut serta dalam pertandingan tersebut. Kami langsung menargetkan, kalau kami harus membawa medali emas kala itu. Namun sayang, tidak ada satupun dari kami yang membawa medali emas. Kami hanya mampu mempersembahkan tiga medali perak dan satu medali perunggu.
Saya masih ingat pertandingan final yang saya lakoni kala itu dan saya sangat optimis kalau saya akan membawa medali emas. Namun harapan saya sirna, ketika dua wasit mengangkat bendera berwarna biru yang artinya pertandingan final tersebut dimenangkan oleh lawan saya. Sedih dan kecewa, itulah yang menggambarkan raut wajah saya saat itu. Dan yang lebih menyedihkan lagi, medali-medali yang telah kami bawa pulang tidak diapresiasi oleh pihak sekolah. Tak lama, kegiatan ekskul pencak silat di sekolah pun dibubarkan karena coach kami kecewa dengan sikap sekolah yang tidak menghargai usaha kami sedikitpun.
Akhirnya saya sadar, kenapa... ah sudahlah🙊
Bahkan dari Lembaga yang terkecil sekalipun, seperti sekolah tidak bisa mengapresiasi potensi dan prestasi para siswa dan siswi nya. Begitupun dengan orang tua, khususnya yang masih cenderung memaksakan anaknya untuk bisa berprestasi di sekolahnya dengan mendapatkan ranking. Pandangan seperti itu seakan telah tersetting, sehingga pencapaian- pencapaian anak yang lain diluar pencapaian ranking di sekolah seakan menjadi tidak berarti dan tidak diperhatikan.
Padahal pemberian apresiasi terhadap anak memiliki peranan yang sangat penting. Dengan orang tua memaksakan kehendak anak-anaknya dan tidak mengapresiasi usaha serta pencapaian mereka, anak bisa menjadi pribadi yang tertutup, memicu tumbuhnya sikap tidak peduli, dan bahkan bisa membuat anak stres, karena mereka terus merasa usaha dan pencapaiannya tidak dihargai. Oleh karena itu, pemberian apresiasi kepada anak dalam bentuk sekecil apapun memiliki peranan yang sangat penting dalam proses tumbuh kembang anak, khususnya pada aspek pembentukan karakter. Jangan berikan apresiasi kepada anak hanya ketika mereka berhasil meraih suatu pencapaian yang besar saja, akan tetapi berikanlah apresiasi karena usaha sekecil apapun yang telah ia lakukan. Meskipun anak tidak bisa meraih pencapaian yang besar, tetaplah berikan apresiasi berupa semangat, bukan malah menjatuhkan dan merendahkan kepercayaan dirinya.
Ayah dan Bunda, ketahuilah bahwa anak juga sudah berusaha dengan cara mereka masing-masing untuk bisa mendapatkan pencapaian yang mereka inginkan, yang tentunya dapat membuat kedua orang tuanya bangga dengan hasil pencapaiannya tersebut. Semoga kita menjadi orang tua yang lebih peduli dalam memberikan apresiasi kepada anak-anak kita dengan cara menyemangati mereka, baik ketika mereka meraih penacapaian dan prestasi maupun saat mereka gagal. Aamiin 🤲
#30harisailbercerita
#sekolahazzakiyahislamicleadership
#sailrangers
#blackranger

Komentar
Posting Komentar