Merepotkan
Mungkin itu kata pertama yang terbesik didalam hati saya saat diberi challenge. Apa itu challenge nya?
Ya, saya dan rekan-rekan saya diberi challenge berupa game yaitu “7 hari bersama Pak Bagus.” Setiap game pasti punya aturannya masing-masing, sama halnya dengan game ini. Aturannya adalah kami para Guru Sekolah Az-zakiyah Islamic Leadership tidak boleh mengeluh selama 7 hari. Nah, jika pada hari pertama berhasil melewatinya tanpa mengeluh namun pada hari berikutnya mengeluh maka harus memulainya kembali dari hari pertama. Begitu seterusnya, jadi selama 7 hari tidak boleh ada kata mengeluh.
Pada hari pertama, saya gagal melewati hari tersebut tanpa mengeluh. Ya, alhasil saya mengulang lagi. Hari berikutnya, saya merasa jika saya sudah melewati hari tersebut tanpa mengeluh tapi karena ragu ya ngulang lagi dari awal. Begitu juga hari berikutnya, “gagal maning, gagal maning. ”Setiap kali ada keluar kata yang mengindikasikan kata mengeluh, maka akan ada intel-intel yang memperingati, “hayo ngeluh”, “masih bersama pak bagus hari ini, “hayo dimulai dari nol ya”, begitulah macam-macam peringatan dari mereka.
Karena gak berhasil-berhasil, seolah hati ini berteriak, “Game Macam Apa ini??” (kira-kira ilustrasinya seperti gambar tersebut). Yang pernah nonton spongebob, pasti tahu scene patrick tersebut😄
Dari semua game yang pernah saya mainkan, sepertinya game ini yang paling susah. Bagaimana tidak, game ini bener-bener menguras kesabaran, hahaha😄
Tapi biar bagaimanapun rasa penasaran itu ada. Jadi setiap gagal, ya rasanya pengen coba lagi.
Menurut saya sendiri, walaupun game ini merepotkan tapi ada manfaatnya juga. Apa manfaatnya?
Game ini seolah seperti alarm, ya seperti pengingat bahwa jangan mudah mengeluh ketika menghadapi segala sesuatu yang kita hadapi, baik itu dari hal yang kecil maupun hal yang besar.
Seorang Muslim yang baik, tentunya kita tidak akan mengeluhkan takdir Allah kepada manusia. Sebab, kita pasti mengetahui itulah takdir yang diberikan oleh Allah yang Maha Mengasihi. Ada hikmah yang tersembunyi dari takdir tersebut yang akan berakhir dengan kebahagiaan.
Sifat keluh kesah pada diri manusia, sesungguhnya akan dapat terobati dan terkurangi, bahkan energi negatif dari sifat keluh kesah bisa diubah menjadi energi positif, manakala seseorang mampu melakukan kebaikan. Semoga kita menjadi manusia yang menyadari bahwa setiap kenikmatan dan musibah yang datang telah digariskan oleh Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى sebelum kita diciptakan sehingga seharusnya kita tidak mengeluh melainkan bersikap sabar dan tawakal dalam menghadapinya.
#30harisailbercerita
#sekolahazzakiyahislamicleadership
#sailrangers
#blackranger

Komentar
Posting Komentar