Dahsyatnya Kekuatan Do'a dan Ikhtiar

Seperti kita ketahui bersama bahwa saat ini, virus corona tengah mewabah di seluruh dunia khususnya di negera kita, negara Indonesia. Untuk itu, kita harus senantiasa waspada mencegah tertularnya corona dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat seperti pakai masker saat di luar rumah, rajin cuci tangan, menghindari kerumunan, bersentuhan langsung dengan orang-orang, menjaga pola makan, olahraga, dan lainnya.


Selain ikhtiar, kita juga dianjurkan untuk berdo'a memohon agar dijauhkan dari segala petaka maupun wabah penyakit. Do'a merupakan senjatanya orang mukmin. Do'a merupakan pengharapan kita sebagai manusia kepada Allah. Jika seseorang berdo'a dengan penuh pengharapan, dengan rasa ikhlas, niscaya Allah akan mengabulkan do'a-nya tersebut.


Terkadang, ketika kita telah berusaha keras, namun do'anya tidak kunjung dikabulkan maka kita cepat putus asa, padahal seorang hamba yang telah berusaha maksimal, berdoa dan bertawakal, maka Insya Allah do'anya akan diijabah. Karena saat kita bertawakal, segala kekuatan manusia berada pada posisi lemah, pasrah pada kehendak Allah, maka di situlah akan muncul kekuatan yang tidak tertandingi oleh siapapun dan apapun yaitu "Kekuatan Allah."


Sebagaimana kisah Nabi Ayyub 'Alaihissalam yang telah mendapat berbagai macam ujian berat. Hartanya habis, semua anak-anaknya meninggal dan Beliau tertimpa berbagai penyakit kronis. Namun, beliau tetap sabar tanpa mengeluh sedikitpun dan berhusnuzhon pada Allah. Kisah Nabi Ayyub mengajarkan pada kita untuk menerima takdir Allah dan bersabar, serta memperbanyak berdo'a tanpa putus kepada Allah dengan merendah sampai tidak berharap kepada manusia. Nabi Ayyub berdo'a:


أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ


“Sungguh aku ditimpa mudharat dan Engkau Maha Penyayang di antara para penyayang.” (Al-Anbiya` : 83)


Setelah dengan berbagai kesungguhan do'a dan kesabaran yang tinggi, Allah pun mengabulkan do'a nabi Ayyub dengan firman-Nya:


فَاسْتَجَبْنَا لَهُ فَكَشَفْنَا مَا بِهِ مِنْ ضُرٍّ ۖ وَآتَيْنَاهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَذِكْرَىٰ لِلْعَابِدِينَ


“Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang beribadah.” (Al-Anbiya`: 84)


Mari sama-sama kita meneladani kisah inspiratif dari nabi Ayyub tersebut. Di saat pandemi ini, mari kita dengan keluarga kita, ayah, ibu, istri, suami, dan anak kita, sama-sama bermunajat, bertafakur, berdo'a kepada Allah, semoga Covid-19 ini segera berlalu agar kita dapat beraktivitas normal seperti sediakala. Aamiin🤲 


#30harisailbercerita

#sekolahazzakiyahislamicleadership

#sailrangers

#blackranger

.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Insight Diskusi Bersama Guru Sekolah Az-Zakiyah Islamic Leadership Medan (Part 2)

BAPERAN