Ilmu Tauhid☝
Iman kepada Allah adalah rukun iman yang pertama dan menjadi hal terpenting yang harus ditanamkan atau diajarkan sebelum kita mengajarkan hal-hal lainnya kepada anak. Tapi terkadang kita suka bertanya-tanya, bagaimana ya caranya? Sedangkan Allah tidak terlihat dan tidak teridentifikasi dengan indera.
Iman adalah fondasi islam. Semakin kuat fondasinya maka semakin kokoh pula bangunannya. Maka apabila semakin kuat keimanannya, semakin kokoh pula keislamannya. Maka sudah selayaknya kita berusaha menanamkan iman kepada Allah pada anak-anak kita sendiri.
Ilmu tauhid harus ditanamkan kepada anak sejak dini, agar ketika dia sudah dewasa atau baligh, dia dapat memahami tujuan hidupnya di dunia ini, yaitu untuk mentauhidkan Allah.
Mungkin kita sering menerima pertanyaan-pertanyaan dari anak kita seperti, "Bunda, siapa yang menurunkan hujan?", "Ayah, Allah itu siapa?"
Nah, di momen inilah saat dimana seorang anak mengharapkan jawaban dari orangtuanya. Dan momen ini merupakan waktu terbaik dan paling utama dalam mengarahkan anak serta menanamkan fitrah didalam dirinya.
Kita tidak boleh mengabaikan pertanyaan-pertanyaan mereka, khususnya yang berhubungan dengan aqidah. Kita jangan berpikiran karena mereka masih anak-anak, lantas kita menjawab dengan jawaban sekedarnya dan bahkan asal-asalan.
Ajarkan terlebih dahulu kepada anak siapa Allah. Jelaskan kepadanya bahwa Allah adalah sang pencipta, hanya Allah pemberi rizki, Allah yang mengatur alam semesta. Ajaklah anak untuk mengamati dan mentadaburi ciptaan Allah, dengan melihat, memperhatikan, menganalisa, menyimpulkan dan mensyukurinya. Jelaskan pula kepada anak kita bahwasanya mereka selalu diawasi oleh Allah. Kemudian latihlah mereka ibadah-ibadah wajib dan kisahkan pula kisah-kisah tauhid serta keutamaannya. Selain itu tanamkan tauhid uluhiyah kepada mereka yaitu meyakini bahwa Allah lah satu-satunya yang berhak mereka sembah agar mereka paham bahayanya dan besarnya dosa syirik. Sebagaimana firman Allah:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang sangat besar”.
(QS. An -Nisa : 48).
Sebenarnya setiap anak sudah dibekali fitrah keimanan oleh Allah sehingga hal tersebut insya Allah dapat mempermudah kita dalam mengajarkan ilmu tauhid kepada mereka. Menanamkan iman kepada Allah adalah pekerjaan yang harus kita ikhtiarkan secara terus menerus karena mengajarkan ilmu tauhid ibarat menanam benih, maka benih-benih tauhid tersebut harus kita siram setiap hari agar ia bisa tumbuh dengan baik dan kuat.
Wallahu'alam bisshowab...
Semoga Allah menjadikan anak-anak kita anak yang sholih dan sholihah dan semoga mereka dapat menjadi sfaya’at bagi kedua orangtuanya kelak. Aamiin🤲
#30harisailbercerita
#sekolahazzakiyahislamicleadership
#sailrangers
#blackranger

Komentar
Posting Komentar