Lurus dan Rapatkan

Saya sering berjumpa dengan seseorang atau jemaah yang sholat disebelah saya dimana ketika saya dekatkan atau saya rapatkan kaki saya dengan kakinya, ia malah menjauhkan kakinya, ya kira-kira seperti ilustrasi gambar tersebut.  Ketika dia menjauhkan kakinya dari kaki saya, saya dekatkan lagi kaki saya. Semakin saya dekatkan kaki saya , semakin ia menjauhkan kakinya dari kaki saya. Jadi seperti lirik lagu ya, “semakin ku kejar, semakin kau jauh”, uuppss😄🤭


Karena saya khawatir nantinya ia kesal dan marah maka saya cukupkan jarak saya dengannya agar tidak terlalu renggang. Anas Radhiyallahu’anhu berkata, Rosulullah bersabda; “ Luruskanlah shaf-shaf kalian, karena lurusnya shaf termasuk kesempurnaan sholat.”

Dalam riwayat Al-Bukhori disebutkan, “Dan keadaan salah seorang dari kami menempelkan bahunya dengan bahu rekannya dan kakinya dengan kaki rekannya.”

Di dalam hadits lain dikatakan, “Barangsiapa yang menyambung shaf, maka Allah akan menyambungnya”. Maksudnya disini ialah, Allah akan menyambung rezekinya, menyambung keberkahannya dan lain sebagainya. Ayah dan Bunda serta sobat-sobat yang dimuliakan oleh Allah, mari kita ajarkan dan ingatkan kepada anak-anak kita, orang tua kita, kerabat-kerabat kita dan juga orang-orang disekeliling kita mengenai pentingnya untuk meluruskan dan merapatkan shaf. Karena didalam hadits lainnya, Rosulullah bersabda; “Barangsiapa yang menutup celah shaf, maka Allah angkat 1 tingkat derajatnya.


Selain itu, perlu kita ketahui bersama bahwasanya menjaga rapatnya shaf juga agar syaitan tidak masuk ke cela-cela shaf untuk mengganggu kita ketika sedang sholat sehingga saat sedang sholat kita bisa lebih khusyu’. Sebenarnya menjadi seorang imam tidak cukup hanya dengan mengucapkan “luruskanlah shaf kalian!”, lalu mulai sholat. Melainkan seorang imam harus memastikan bahwa shaf makmumnya sudah lurus dan rapat, baru sholat dapat dimulai. Seperti halnya yang dilakukan Umar bin Khottob, Beliau tidak akan memulai sholat sampai orang yang diberi tugas meluruskan shaf memberitahukan bahwa shaf telah lurus. Begitu juga dengan sahabat lain seperti Utsman bin ‘Affan dan 'Ali bin Abu Tholib yang selalu menjaga sunnah ini.

Wallahu’alam bisshowab


Jadi, jika kita bertemu dengan seseorang atau jemaah lain yang disebelah kita dan ternyata dia tidak mengerti akan hadits ini, terus-meneurs menjauhkan kakinya dan dikhawatirkan akan marah atau kesal maka cukup dengan berusaha agar shaf tidak terlalu renggang sambil kita do’akan kebaikan untuknya.


#30harisailbercerita

#sekolahazzakiyahislamicleadership

#sailrangers

#blackranger

Saya sering berjumpa dengan seseorang atau jemaah yang sholat disebelah saya dimana ketika saya dekatkan atau saya rapatkan kaki saya dengan kakinya, ia malah menjauhkan kakinya, ya kira-kira seperti ilustrasi gambar tersebut.  Ketika dia menjauhkan kakinya dari kaki saya, saya dekatkan lagi kaki saya. Semakin saya dekatkan kaki saya , semakin ia menjauhkan kakinya dari kaki saya. Jadi seperti lirik lagu ya, “semakin ku kejar, semakin kau jauh”, uuppss😄🤭


Karena saya khawatir nantinya ia kesal dan marah maka saya cukupkan jarak saya dengannya agar tidak terlalu renggang. Anas Radhiyallahu’anhu berkata, Rosulullah bersabda; “ Luruskanlah shaf-shaf kalian, karena lurusnya shaf termasuk kesempurnaan sholat.”

Dalam riwayat Al-Bukhori disebutkan, “Dan keadaan salah seorang dari kami menempelkan bahunya dengan bahu rekannya dan kakinya dengan kaki rekannya.”

Di dalam hadits lain dikatakan, “Barangsiapa yang menyambung shaf, maka Allah akan menyambungnya”. Maksudnya disini ialah, Allah akan menyambung rezekinya, menyambung keberkahannya dan lain sebagainya. Ayah dan Bunda serta sobat-sobat yang dimuliakan oleh Allah, mari kita ajarkan dan ingatkan kepada anak-anak kita, orang tua kita, kerabat-kerabat kita dan juga orang-orang disekeliling kita mengenai pentingnya untuk meluruskan dan merapatkan shaf. Karena didalam hadits lainnya, Rosulullah bersabda; “Barangsiapa yang menutup celah shaf, maka Allah angkat 1 tingkat derajatnya.


Selain itu, perlu kita ketahui bersama bahwasanya menjaga rapatnya shaf juga agar syaitan tidak masuk ke cela-cela shaf untuk mengganggu kita ketika sedang sholat sehingga saat sedang sholat kita bisa lebih khusyu’. Sebenarnya menjadi seorang imam tidak cukup hanya dengan mengucapkan “luruskanlah shaf kalian!”, lalu mulai sholat. Melainkan seorang imam harus memastikan bahwa shaf makmumnya sudah lurus dan rapat, baru sholat dapat dimulai. Seperti halnya yang dilakukan Umar bin Khottob, Beliau tidak akan memulai sholat sampai orang yang diberi tugas meluruskan shaf memberitahukan bahwa shaf telah lurus. Begitu juga dengan sahabat lain seperti Utsman bin ‘Affan dan 'Ali bin Abu Tholib yang selalu menjaga sunnah ini.

Wallahu’alam bisshowab


Jadi, jika kita bertemu dengan seseorang atau jemaah lain yang disebelah kita dan ternyata dia tidak mengerti akan hadits ini, terus-meneurs menjauhkan kakinya dan dikhawatirkan akan marah atau kesal maka cukup dengan berusaha agar shaf tidak terlalu renggang sambil kita do’akan kebaikan untuknya.


#30harisailbercerita

#sekolahazzakiyahislamicleadership

#sailrangers

#blackranger



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Insight Diskusi Bersama Guru Sekolah Az-Zakiyah Islamic Leadership Medan (Part 2)

BAPERAN